Fariedmakmur’s Blog


ANALISIS KUALITATIF KARBOHIDRAT
Mei 8, 2009, 5:43 am
Filed under: Uncategorized

BAB I
ANALISIS KUALITATIF KARBOHIDRAT

1. TUJUAN
1.1 Untuk mengetahui kadar karbohidrat di dalam larutan uji yang telah ditentukan
1.2 Untuk mengetahui reaksi yang akan terjadi dalam larutan uji

2. LANDASAN TEORI
Dalam pemeriksaan Analisis kualitatif karbohidrat,maka dapat disimpulkan bahwa apakah dalam larutan uji yang telah disediakan tersebut memiliki kandungan karbohidrat atau tidak dengan cara melihat reaksi yang terjadi dalam pemeriksaan yang telah diketahui prosedurnya.

3. ALAT DAN BAHAN
3.1 alat yang digunakan
 Tabung reaksi
 Pipet Ukur
 Pipet tetes
 Penangas air ( Waterbath)
 Karet penghisap
3.2 Bahan yang digunakan
 Larutan Glukosa 1%
 Larutan Laktosa 1%
 Larutan Maltosa 1%
 Larutan Galaktosa 1%
 Larutan Sukrosa 1%
 Larutan Amylum 1%
 Reagen Molisch
 Reagen benedict
 Reagen Barfoed
 Reagen Seliwanof
 Reagen Iodin
 HCL 0,6 N
 NaOH 6 N

4. PROSEDUR KERJA
4.1 Uji Molisch
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Isi tabung reaksi maing-masing 2 ml larutan glukosa, maltosa, sukrosa, galaktosa dan amilum kedalam tabung reaksi
3. Tambahkan 2 tetes reagen molisch kedalam masing-masing tabung tersebut
4. Aduk dengan baik sampai tercampur rata
5. Tambahkan dengan perlahan-lahan melalui dinding tabung dengan asam sulfat pekat sebanyak 5 ml.
6. Perhatikan perubahan yang terjadi

4.2 Uji Benedict
1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan
2. Isi tabung denagn reagen benedict sebanyak 5 ml ke masing-masing tabung
3. Tambahkan delapan tetes setiap larutan karbohidrat kedalam tabung yang telah berisi reagen benedict
4. Semua tabung dipanaskan kewaterbath selama 3 menit
5. Amati perubahan yang terjadi

4.3 Uji Barffoed
1. Siapkan alat dan bahan yang digunakan
2. Isi tabung reaski masing-masing 3 ml reagen barffoed
3. Tambahkan 1 ml larutan karbohidrat kemasing-masing tabung
4. Masukkan dalam waterbath selama 1 menit
5. Amati perubahannya

4.4 Uji Seliwanof
1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan
2. Isi masing-masing 3 ml reagen seliwanof
3. Tambahkan 3 tetes disetiap tabung dengan larutan karbohidrat
4. Panaskan didalam penangas air sampai terlihat warna didalam tabung tersebut
5. Amati perubahannya
4.5 Uji Iodin
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Pipet masing-masing 3 ml larutan amylum
3. Kemudian tabung pertama ditambahkan 2 tetes air
4. Tabung kedua ditambahkan 2 tetes larutan HCL 6 N
5. Pada tabung ketiga ditambahkan 2 tetes larutan NaOH 6 N

5. HASIL

5.1 Uji Molisch
No Sampel Reagen Mollisch H2SO4
1 Glukosa 1% Endapan hitam dipermukaanya Cincin Ungu
2 Laktosa 1% Jernih Cincin Ungu
3 Amylum 1% Endapan hitam dipermukaanya Cincin Ungu
4 Galaktosa 1% Jernih Cincin Ungu
5 Sukrosa 1% Endapan hitam dipermukaanya Cincin Ungu
6 Maltosa 1% Jernih Cincin Ungu

5.2 Uji Benedich
No Sampel Reagen Benedict Dipanaskan
1 Glukosa 1% Biru Jernih Hijau kecoklatan 1
2 Laktosa 1% Biru Jernih Hijau 4
3 Amylum 1% Biru Jernih Hijau 6
4 Galaktosa 1% Biru Jernih Hijau 3
5 Sukrosa 1% Biru Jernih Hijau 2
6 Maltosa 1% Biru Jernih Hijau 5

5.3 Uji Barffoed
No Sampel Reagen Barfoed Setelah dipanaskan
1 Glukosa 1% Biru Jernih Tidak ada perubahan
2 Laktosa 1% Biru Jernih Tidak ada perubahan
3 Amylum 1% Biru Jernih Tidak ada perubahan
4 Galaktosa 1% Biru Jernih Tidak ada perubahan
5 Sukrosa 1% Biru Jernih Tidak ada perubahan
6 Maltosa 1% Biru Jernih Tidak ada perubahan

5.4 Uji Seliwanof
No Sampel Reagen seliwanof Setelah dipanaskan
1 Glukosa 1% Pink Jernih Orange 3
2 Laktosa 1% Pink Jernih Tidak berubah
3 Amylum 1% Pink Jernih Orange 2
4 Galaktosa 1% Pink Jernih Orange 4
5 Sukrosa 1% Pink Jernih Orange tua 1
6 Maltosa 1% Pink Jernih Tidak berubah

5.5 Uji Iodin
No Sampel Amylum&Iodin Setelah dipanaskan
1 Air Biru Tua Biru Gelap
2 HCL Biru Tua Biru Hilang
3 NaOH Biru tua Biru hilang

6. PEMBAHASAN
6.1 Uji Molisch
Uji molisch adalah uji umum untuk karbohidrat,uji ini sangat efektif untuk senyawa-senyawa yang dapat dihidrasi oleh asam pekat menjadi senyawa furtural atau senyawa furtural yang tersubsidi seperti hidroksimetil furtural .
6.2 Uji Beneditct
Uji benedict berdasarkan reduksi CU++ menjadi CU+.pada proses kupri dalam suasana alkalis biasanya ditambah zat pengkompleks seperti citrate pada larutan benedict atau larutan fehling untuk mencegah pengendapan Cu(OH)2 atau CuO dalam natrium hidroksida.
6.3 Uji Barffoed
Dengan menggunakan reagen berfoed yang mengandung koper acetate di dalam asam acecate maka karbohidrat membedakan monosakarida dan disakarida dengan cara mengontrol kondisi-kondisi seperti pH dana waktu pemanasan.
6.4 Uji Seliwanof
Reaksi spesifik lainnya untuk karbohidrat tertentu adalah uji seliwanof.reaksi seliwanof disebabkan perubahan fruktosa oleh asam chlorida panas menjadi levulinat dan hidroksimetil fultural,selanjutnya kondensasi hikroksimetil dengan resersinal akan menghasilkan senyawa. Sukrosa yang mudah dihidrolisa menjadi glukosa akan memberikan reaksi yang positif.
6.5 Uji Iodin
Uji Iodium untuk membedakan amylum dan glikogen
7. KESIMPULAN
7.1 Uji Molisch
Dari percobaan uji molisch dapat disimpulkan bahwa setelah larutan tersebut diberi reagen molisch dan H2SO4 (P) maka larutan tersebut mengandung karbohidrat
7.2 Uji Benedich
Dari percobaan uji benedich maka dapat disimpulkan bahwa kelima larutan tersebut dapat mereduksi karena memiliki gugus aldehid.
7.3 Uji Berffoed
Dalam uji ini tidak ditemukan reaksi spesifik yang terjadi
7.4 Uji Seliwanof
Uji seliwanof digunakan untuk membedakan zat karbohidrat sukrosa dan fruktosa dimana akan menghasilkan warna orange.
7.5 Uji Iodin
Dengan Penambahan amylum pada air,HCL dan NaOH lalu ditambah dengan iodine akan terjadi warna biru tua.jadi dapat disimpulkan bahwa sample tersebut memiliki amylum (bersifat spesifik) yang sangat kuat.

8. PENGESAHAN

Pembimbing I

Nur Adi S,Si.M.Kes Pembimbing II

Dra. Hj.Suryaningsih Soeleman Apt

DAFTAR PUSTAKA

Nur Adi,S.Si M.Kes 2008/2009 :” Penuntun Praktikum Biokimia”. Poltekkes Makassar

LAMPIRAN
A. UJI MOLISCH
1. warna yang terlihat diantara permukaan dua larutan adalah warna ungu,sehingga membentuk sebuah cincin ungu.
2. Banyak protein memberikan uji molisch yang posistif karena memiliki senyawa-senyawa yang dapat dihidrasi oleh asam pekat menjadi senyawa furtural atau senyawa furtural yang tersubsitusi seperti hidroksimetil furtural.
B. UJI BENEDICT
1. Endapan yang terbentuk dapat berwarna hijau,kuning atau merah bata
2. Senyawa selain koper yang dapat dipakai yaitu natrium citrat karena berfungsi sebagai pengkompleks
3. Fungsi natrium citrate adalah untuk mencegah pengendapanCuCO3 dalam larutan Natrium Carbonat.
4. Reagen benedict adalah larutan pereaksi yang mengandung kuprisult,Natrium Carbonat dan Natrium Citrat sedangkan Reagen Fehling adalah pereaksi yang dapat direduksi selain karbonat yang mempunyai sifat mereduksi yang dpaat direduksi oleh reduktor lainnya.
5. Senyawa dalam urine yang dapat mengganggu uji fehling adalah senyawa yang memiliki gugug aldehid atau gugug keton bebas dan biasanya nerupa asam urat dan creatinine.
C. UJI BARFOED
1. Larutan yang muda dioksidasi yaitu galaktosa (akan teroksidasi menjadi asam galaktonat) dan glukosa (akan Menjadi asam glukonat ).
2. Bila terlalu dipanaskan maka akan terjadi perubahan warna sehingga hasil yang didapat bisa menjadi positif palsu.
3. Reagen berffoed adalah pereaksi yang terdiri dari kuprisulfat dan asam acetate dalam air dan digunakan untuk membedakan antara monosakarida dan disakarida,sedangkan reagen benedict adalah pereaksi yang mengandung kuprisulfat,natrium carbonat,dan natrium citrate.
4. Uji barffoed dan uji benedict dapat digunakan untuk penentuan hula urine karena keduanya memiliki dasar reduksi dari Cu ++ menjadi Cu+

D. UJI SELIWANOF
1. Larutan yang memberi uji posistif pada uji seliwanof adalah sukrosa karena jika sukrosa dihidrolisis maka akan terpecah dan menghasilkan glukosa dan fruktosa.
2. Uji seliwanof dapat membedakan sukrosa dan fruktosa karena druktosa akan diakibatkan oleh asam chlorida panas menjadi asam levulinat dan hidroksimetil fultural,sedangkan sukrosa mudah dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa memberikan reaksi yang positif
3. Bila larutan glukosa dan maltosa yang mengandung reagen seliwanof dipanaskan secara berlebihan maka akan mengakibatkan aldosa-aldosa yang terkandung akan diubah leh HCL menjadi Laktosa.

E. UJI IODIN
1. Zat yang memberi warna dengan iodine adalah suatu zat berada dalam susana asam
2. Keampuhan /ketelitian uji iodine dibandingkan dengan uji antron ialah untuk membedakan amylum dan glikogen.

BAB II
ANALISA KUALITATIF PROTEIN

1. TUJUAN
1.1 Untuk mengidentifikasi kandungan tirosin pada protein
1.2 Menunjukkan adanya inti indol dari triptophan
1.3 Untuk Menunjukkan adanya asam amino
1.4 Untuk mengetahui adan ikatan peptida dalam protein
1.5 Untuk penetralan muatan

2. LANDASAN TEORI
Dalam pemeriksaan Analisis kualitatif protein,maka dapat disimpulkan bahwa apakah dalam larutan uji yang telah disediakan tersebut memiliki kandungan protein atau tidak dengan cara melihat reaksi yang terjadi dalam pemeriksaan yang telah diketahui prosedurnya

3. ALAT DAN BAHAN
3.1 Alat yang digunakan
 Erlenmeyer
 Pepet ukur
 Tabung reaksi
 Gelas ukur
 Waterbath
 Bulp
 Pipet tetes

3.2 Bahan yang digunakan
 Larutan Albumin telur yang telah diencerkan
 Reagen Millon
 Reagen Hopkins Cole
 H2SO4 Pekat
 Reagen Ninhidrin 0,1 %
 Reagen NaOH 2,5 N
 CuSO4 0,01 M
 Pb Asetat 0,2 M
 HgCl2 0,2 M

4. PROSEDUR KERJA

4.1 Uji Millon
1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
2. Pipet larutan albumin telur sesuia dengan pengenceran kedalam tabung sebanyak 3 ml
3. Tambahkan 5 tetes reagen millon
4. Lihat perubahan yang terjadi
5. Panaskan dalam penangas air dan lihat perubahannnya

4.2 Uji Hoppins Cole
1. Sipakan alat dan bahan yang dibutuhkan
2. Pipet larutan albumin telur sebanyak 2 ml kedalam tabung sesuai dengan pengencerannya
3. Lihat reaksi yang terjadi
4. Tambahkan sedikit demi sedikit larutan H2SO4 pekat sebanyak 5 ml melalui dinding tabung
5. Amati warna yang terbentuk pada pertemuan kedua cairan dan lihat cincin yang terbentuk

4.3 Uji Ninhidrin
1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
2. Pipet sebanyak 3 ml larutan albumin protein sesuai dengan pengenceran kedalam tabung
3. Tambahkan larutan ninhidrin sebanyak 0,5 ml kemasing-masing tabung tersebut
4. Panaskan hingga mendidih dan lihat perubahannya

4.4 Uji Biuret
1. Siapakan alat dan bahan yang dibutuhkan
2. Pipet sebanyak 3 ml larutan albumin protein sesuai dengan pengencerannya kemasing-masing tabung
3. Tambahkan 1 ml NaOH 2,5 N kemasing-masing tabung
4. Lihat Warna yang terjadi
5. Aduk jika timbul warna violet tambahkan lagi setetes atau 2 tetes CuSO4
6. Lihat perubahan warnanya

4.5 Uji Pengendapan dengan logam
1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
2. Pipet sebanyak 3 ml larutan albumin protein sesuai dengan pengencerannya kemasing-masing tabung
3. Tambahkan 5 tetes HgCL2 0,2 M
4. Lihat perubahan warnanya
5. Ulangi pemeriksaan dengan menggunakan Pb Acetat

5. HASIL
5.1 Uji Millon
No Tabung Pengenceran Uji Millon Dipanaskan
1 Pengenceran I Endapan Kuning kehijauan Endapan putih &Endapan biru kental
2 Pengenceran 2 Endapan Kuning kehijauan keruh Endapan putih kebiru-biruan agak kental

3 Pengenceran 3 Endapan putih Kehijauan keruh Endapan putih kebiru-biruan agak keruh
4 Pengenceran 4 Endapan putih keruh Endapan kebiru-biruan dan jernih

5.2 Uji Hopkins Cole
No Tabung Pengenceran Uji Hoppkins H2SO4 Pekat
1 Pengenceran I Endapan Putih keruh kental Cincin coklat larutan kuning diatasnya dan dasar bening
2 Pengenceran 2 Endapan Putih keruh agak kental Cincin tidak jelas larutan kuning bening

3 Pengenceran 3
Endapan putih keruh Larutan kuning jernih
4 Pengenceran 4 Endapan putih encer
Larutan kuning jernih

5.3 Uji Ninhidrin
No Tabung Pengenceran Uji Ninhidrin Dipanaskan
1 Pengenceran I Endapan Putih keruh berawan Endapan putih kemerah-merahan
2 Pengenceran 2 Endapan Putih Endpaan putih

3 Pengenceran 3
Larutan bening endapan sedikit Endpaan putih keruh
4 Pengenceran 4
Larutan keruh Endapan putih

5.4 Uji Biuret
No Tabung Pengenceran NaOH CuSO4
1 Pengenceran I Endapan Putih bening Larutan bagian atas ungu bawah bening
2 Pengenceran 2 Larutan jernih Larutan bening keunguan

3 Pengenceran 3 Larutan jernih Larutan bagian atas ungu bawah bening
4 Pengenceran 4 Larutan jernih Larutan bening keunguan

5.5 Uji Pengendapan dengan logam
No Tabung Pengenceran Uji Pengendapan dengan logam Pb Asetat
1 Pengenceran I Endapan Putih keruh dan kental Endapan putih larutan keruh
2 Pengenceran 2 Endapan Putih keruh dan kental Larutan keruh

3 Pengenceran 3 Endapan Putih keruh dan kental Larutan agak keruh
4 Pengenceran 4 Endapan Putih keruh dan kental Larutan jernih

6. PEMBAHASAN
6.1 Uji Millon
Reagen yang dipanaskan dalam uji millon adalah larutan merkuri dan ion merkuro dalam suasana asam nitrat.Warna merah yang terbentuk mungkin adalah garam merkuri dari tirosin yang ternitrasi
6.2 Uji Hopkins Cole
Reagen yang digunakan dalam uji hopkins cole mengandung asam glikosilat atau dapat juga diganti dengan formaldehid dengan penambahan asam sulfat pekat sedikit.Karena triptophan berkondensasi dengan aldehid dalam suasana asam sulfat dan membentuk kompleks berwarna.
6.3 Uji Ninhidrin
Apabila ninhidrin dipanaskan dengan asam amino,maka akan terbentuk komplek warna.Asam-asam Amino seperti alanin,lisin,leusin,isoleusin,prolin dan hidroksiprolin memberikan warna kompleks yang berbeda warnanya dengan asam amino lainnya.Kompleks berwarna yang terbentuk mengandung dua molekul ninhidrin yang bereaksi dengan amonia setelah asam amino dioksidasi.
6.4 Uji Biuret
Biuret dihasilkan dengan cara memanaskan urea kira-kira pada suhu 180 O C. Dalam larutan basa biuret akan memberikan warna Violet denagn CuSO4.Pada reaksi ini kemungkinan terbentuk senyawa kompleks antara CU++ dengan pasangan elektron bebas dari gugus –NH ataupun gugus – CO dari rantai polipeptida.Syarat untuk dapat terjadi reaksi ini adalah adanya dua minimal ikatan peptida.Asam-asam amino tidak memberikan uji positif untuk reaksi ini kecuali asam amino histidin,serin dan treonin.
6.5 Uji Pengendapan dengan logam
Pada pH alkalis dari titik ureulitik,protein bermuatan Negatif dengan adanya ion positif dari logam akan terjadi penetralan muatan dan protein mendekati ureulitik sehingga mengendap.Endapaan akan larut dengan penambahan alkali encer.

7. KESIMPULAN
7.1 Uji Millon
Semakin sedikit dan semakin encer proteinnya maka waktu untuk bereaksi semakin cepat .
7.2 Uji Hopkins Cole
Semakin banyak larutan peroteinnya yang terkandung maka semakin kental endapannya.
7.3 Uji Ninhidrin
Semakin Banyak proteinnya maka reaksi semakin cepat terjadi
7.4 Uji Biuret
Semakin Banyak proteinnya maka reaksi semakin cepat terjadi
7.5 Uji Pengendapan dengan logam
Semakin sedikit Proteinnya semakin putih warnanya

8. PENGESAHAN

Pembimbing I

Nur Adi S,Si.M.Kes Pembimbing II

Dra. Hj.Suryaningsih Soeleman Apt

DAFTAR PUSTAKA

Nur Adi,S.Si M.Kes 2008/2009 :” Penuntun Praktikum Biokimia”. Poltekkes Makassar

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: